Temukan berbagai tips keamanan seputar transaksi perbankan Anda di sini!

Tips Keamanan Perbankan

1. Phishing

Phishing adalah suatu tindakan penipuan dengan mengatasnamakan bank untuk memperoleh informasi seperti user ID, password, PIN, nomor kartu kredit, nomor rekening dan informasi penting lainnya.

Phishing umumnya dilakukan dengan cara:

  1. Mengirimkan email palsu atas nama bank yang berisi pemberitahuan maupun pengumuman undian.
  2. Di dalam email palsu tersebut biasanya juga terdapat URL link (tautan) menuju ke halaman website palsu dengan tampilan mirip dengan website resmi bank.
  3. Pada website palsu tersebut, nasabah diminta untuk melakukan login dengan memasukkan user ID dan password miliknya.

 

Tips menghindari phishing:

  1. Jangan pernah memberitahukan user ID, password atau PIN Anda pada siapapun termasuk pegawai bank.
  2. Jangan terpancing, membalas atau mengikuti tautan pada email palsu yang mengatasnamakan bank.
  3. Jika terlanjur membalas email palsu tersebut, segera laporkan ke Cabang Bank Mega terdekat atau MegaCall 08041500010 agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak Bank Mega.

 

2. Social Engineering

Social Engineering adalah kejahatan di dalam dunia maya dimana pelaku kejahatan akan melakukan berbagai cara seperti pemberian hadiah, pengkinian data atau pembatalan suatu transaksi dengan tujuan untuk mendapatkan data rahasia nasabah. Setelah pelaku mendapatkan informasi seperti User ID, Password, PIN dan OTP maka si pelaku dengan leluasa dapat melakukan transaksi dari Rekening Anda dan mengalihkan dana tersebut kepada Rekening lainnya.

Beberapa contoh Social Engineering:

  1. Penipuan dengan menggunakan modus pemberian hadiah kerap terjadi dan tidak sedikit korban yang tertipu dengan modus tersebut. Pemberian hadiah yang pada umumnya mengatas namakan suatu instansi dalam hal ini merupakan Bank, dimana pelaku menyamar sebagai pihak Bank menghubungi korban dengan memberitahukan bahwa korban adalah pemenang dari suatu event yang diadakan oleh Bank tersebut. Dengan memanfaatkan psikologis korban, pelaku mulai melakukan aksi kejahatannya untuk mendapatkan informasi yang bersifat rahasia.
  2. Pengkinian data yang biasanya dilakukan oleh pelaku dengan menyamar sebagai pihak Bank yang berwenang menghubungi Nasabah dan memberitahukan untuk melakukan perubahan data. Pada umumnya pelaku akan meminta informasi yang bersifat rahasia seperti User ID, Password, PIN dan OTP untuk dapat mengubah akun dari Nasabah tersebut. Dengan informasi rahasia yang di terima dari Nasabah, si pelaku mulai melakukan aksi kejahatannya terhadap akun rekening Nasabah tersebut.
  3. Pembatalan suatu transaksi merupakan salah satu modus penipuan yang dilakukan oleh pelaku yang berupa pem beritahuan pelaku sebagai pihak Bank kepada Nasabah bahwa adanya transaksi tidak wajar pada akun rekening Nasabah. Untuk membatalkan transaksi tersebut, si pelaku meminta informasi yang bersifat rahasia seperti User ID, Password, PIN dan OTP untuk dapat mengakses akun rekening nasabah tersebut.

 

3. Malware

Malware atau Malicious software (perangkat perusak) adalah software atau program yang dibuat untuk tujuan jahat yang dapat menginfeksi komputer atau gadget user untuk mencuri informasi pengguna dengan menyamar atau menyerupai sebuah website resmi dalam hal ini website bank.

Contoh – contoh virus Malware:

  1. Trojan merupakan sejenis virus yang menyamar atau menyerupai sebagai berkas lain, contohnya dokumen word yang terlampir pada email. Ketika pengguna membuka email tersebut, trojan secara otomatis masuk kedalam perangkat elektronik dan merusak variasi data – data yang terdapat di perangkat pengguna.
  2. Worm merupakan sebuah program yang dapat menggandakan dirinya sendiri dalam sistem komputer maupun gadget pengguna yang pada umumnya memanfaatkan jaringan (LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari pengguna itu sendiri.
  3. Spyware merupakan suatu program yang sangat rahasia dapat memonitor aktifitas sistem dan mendeteksi password serta informasi rahasia lainnya dari perangkat komputer serta gadget pengguna, lalu mengirimkan informasi – informasi tersebut ke perangkat komputer si pelaku.

Bagaimana Malware dapat menyebar:

  1. Melalui e-mail

Pengguna email saat ini merupakan syarat utama untuk memakai segala bentuk komunikasi di dunia maya. Sehingga email menjadi salah satu media penyebaran virus dari perangkat komputer maupun gadget. Dalam bentuk attachment yang menarik perhatian si penerima email.

  1. Melalui Media Penyimpanan Data

Media penyimpanan data seperti Flashdisk dan Hard Disk Ekternal yang saat ini kerap digunakan dapat juga menjadi media penyimpanan virus – virus yang dapat merusak perangkat komputer maupun gadget. Pemakain removable media rawan dimasuki virus dengan pengguna secara sembarangan di perangkat komputer yang sudah terjangkit virus atau sistem anti virus yang tidak ter-update.

  1. Melalui Website

Situs penyedia Crack, Torrent dan Pornografi merupakan beberapa situs yang umumnya mengandung malware. Namun tidak menutup kemungkinan adanya malware di situs – situs biasa. Sehingga alangkah baiknya tidak mengakses sesuatu yang tidak umum di dalam situs tersebut.

  1. Melalui messenger

Chat Messenger juga dapat dijadikan media penyimpanan malware, yaitu dengan menyebarkan link yang berisikan malware dalam chat tersebut.

  1. Melalui Jaringan Lokal (LAN)

Penyebaran virus juga dapat dilakukan melalui jaringan lokal yang dilakukan secara bersama. Virus akan menyebar bila adanya salah satu perangkat komputer yang sudah terjangkit virus, sehingga dengan mudah virus tersebut akan menyebar ke perangkat lain yang menggunakan jaringan local (LAN) yang sama.

Berikut ini tips aman bertransaksi menggunakan Mega Internet :

  • Pastikan Anda mengakses Mega Internet Banking melalui alamat resmi situs Mega Internet Banking di www.bankmega.com
  • Jangan pernah membagi atau memberikan VERIFICATION CODE, USER ID, PASSWORD, SECURITY QUESTION DAN MEGA OTP (One Time Password) Anda pada orang lain bahkan staff Bank Mega sekalipun. Bank Mega tidak pernah menanyakan data – data diatas untuk alasan apapun.
  • Jika Anda mendapatkan e-mail dari Bank Mega untuk registrasi atau akan menutup rekening atau USER ID Anda dan meminta data – data seperti USER ID, PASSWORD, nomor OTP jangan me-reply atau meng-klik link yang ada pada e-mail tersebut.
  • Pastikan pada browser Anda terdapat gambar gembok / kunci yang mengidentifikasikan bahwa halaman yang Anda akses saat ini dienkripsi dengan menggunakan SSL. Jika Anda tidak melihat gambar gembok / kunci, dimohon Anda untuk logout jangan dilanjutkan.
  • Pastikan sistem operasi (Operating System/OS) dan software Anti Virus atau Anti Malware yang ada pada komputer atau gadget ter-update secara berkala.
  • Pengguna Mega Internet Banking lebih waspada dan dan meneliti tampilan pada layar Internet Banking sebelum menginput dan memberikan informasi hasil respon OTP pada saat bertransaksi demi keamanan dan kenyamanan Anda.
  • Pada saat melakukan transaksi transfer pastikan bahwa nama dan nomor rekening tujuan penerima transfer adalah benar.
  • Gunakan User ID dan Password yang susah ditebak dan ganti secara berkala sehingga sulit untuk memasuki sistem pada komputer dan gadget Anda.
  • Gunakan jaringan internet yang menggunakan kata kunci keamanan jaringan atau memiliki bentuk keamanan lainnya, serta tidak disarankan menggunakan akses Wi-Fi publik untuk melakukan transaksi melalui Mega Internet Anda, karena kepastian keamanan akses Wi-Fi publik / jaringan publik yang tidak terjamin.
  • Pastikan bahwa Anda telah logout saat meninggalkan komputer Anda meskipun hanya sesaat.
  • Apabila memerlukan bantuan dalam bertransaksi atau ada hal lain yang mencurigakan pada saat menggunakan Mega Internet, segera datang ke cabang Bank Mega terdekat atau hubungi MegaCall 08041500010.

 

Berikut ini tips aman bertransaksi menggunakan M-Smile :

  • Unduh aplikasi M-Smile dari application store resmi di smartphone Anda.
  • Pastikan nomor ponsel yang didaftarkan adalah nomor milik sendiri.
  • Jangan pernah membagi atau memberikan Password atau PIN Transaksi Anda pada orang lain bahkan staff Bank Mega sekalipun. Bank Mega tidak pernah menanyakan Password atau PIN Transaksi untuk alasan apapun.
  • Apabila Anda menerima short message service (SMS) ataupun panggilan masuk yang mengatasnamakan Bank Mega atau perusahaan lainnya yang isinya Anda memperoleh undian dan untuk mendapatkan hadiah tersebut diharuskan mentrasfer dana melalui Mobile Banking ataupun electronic channel lainnya ke rekening tertentu maka jangan diikuti perintah tersebut karena hadiah yang dijanjikan tidak akan pernah didapat.
  • Pastikan Anda menggunakan sistem operasi (Operating System/OS) original bawaan handphone.
  • Pastikan sistem operasi (Operating System/OS) dan software Anti Virus atau Anti Malware yang ada pada handphone ter-update secara berkala.
  • Jangan melakukan jailbreak/root pada sistem handphone Anda.
  • Jangan mengunduh aplikasi-aplikasi selain dari App Store resmi handphone Anda.
  • Jangan simpan mBanking PIN anda ditempat yang mudah diketahui orang lain, terutama di ponsel Anda.
  • Gunakan jaringan internet yang menggunakan kata kunci keamanan jaringan atau memiliki bentuk keamanan lainnya, serta tidak disarankan menggunakan akses Wi-Fi publik untuk melakukan transaksi melalui Mobile Banking Anda, karena kepastian keamanan akses Wi-Fi publik / jaringan publik yang tidak terjamin.
  • Pada saat melakukan transaksi transfer pastikan bahwa nama dan nomor rekening tujuan penerima transfer adalah benar.
  • Jika Anda menerima pesan yang menjelaskan bahwa aplikasi / sertifikat / layanan tidak sah, dimohon Anda tidak melanjutkan akses M-Smile dan segera hubungi MegaCall 08041500010.
  • Hapus secara berkala inbox SMS Anda yang diterima dari 3377.
  • Apabila Anda kehilangan handphone Anda, dimohon untuk segera lapor ke Cabang Bank Mega terdekat atau menghubungi MegaCall 08041500010 dan provider telekomunikasi Anda untuk melakukan blokir M-Smile atas nomor handphone Anda.

 

Berikut ini tips aman bertransaksi menggunakan Mega ATM :

  • Jangan pernah memberitahukan PIN kartu ATM Anda kepada siapapun termasuk pegawai bank.
  • Ganti PIN kartu ATM Anda secara berkala.
  • Tutup dengan menggunakan tangan saat memasukkan PIN di ATM.
  • Jangan melayani orang yang menawarkan bantuan di sekitar ATM.
  • Apabila kartu ATM Anda tertelan saat bertransaksi menggunakan Mega ATM, segera laporkan ke Cabang Bank Mega terdekat atau hubungi MegaCall 08041500010 untuk melakukan pemblokiran kartu.
  1. Pastikan kartu kredit yang Anda terima berada dalam amplop tertutup dan dikirim oleh Bank/Lembaga Keuangan penerbit kartu kredit kemana Anda mengirimkan aplikasi.
  2. Segera tandatangani kartu kredit yang baru Anda terima.
  3. Akan lebih baik bila pada muka kartu kredit terdapat foto Anda, dengan demikian akan mudah terdeteksi bila ternyata ada orang lain yang menggunakan kartu Anda.
  4. Bila Anda telah mendapatkan PIN, segera ganti PIN tersebut dengan yang mudah Anda ingat (jangan gunakan tanggal lahir Anda, karena angka ini mudah dilacak orang lain).
  1. Kartu kredit diterbitkan atas nama pribadi Anda, sehingga hanya Anda yang boleh menggunakannya. Jangan pernah memberikan kartu kredit Anda pada orang lain, termasuk keluarga dan orang terdekat sekalipun.
  2. Jangan pernah memberitahukan PIN Anda pada orang lain. Karena PIN bersifat rahasia dan dapat digunakan untuk pengambilan tunai di ATM.
  3. Jangan pula memberikan informasi data pribadi mengenai kartu kredit Anda seperti nama gadis ibu kandung, masa berlaku kartu kredit, 3 (tiga) angka dibelakang kartu, ataupun limit kartu kredit Anda kepada pihak yang tidak berkepentingan.
  4. Simpan kartu kredit Anda ditempat yang aman.
  5. Pastikan staf merchant dimana Anda bertranskasi langsung membawa kartu Anda ke tempat kasir dan bukan ke tempat lainnya.
  6. Sebelum mendandatangani sales draft, pastikan bahwa jumlah transaksi yang tercetak di sales draft sesuai dengan jumlah t ransaksi yang Anda belanjakan. Dengan demikian Anda terhindar dari kewajiban membayar tagihan yang bukan transaksi Anda.
  7. Pastikan bahwa kasir hanya menggesek kartu Anda 1 (satu) kali saja untuk setiap transaksi. Hal ini untuk menghindari adanya 2 (dua) kali penagihan dengan jumlah transaksi yang sama, pada waktu dan tempat yang sama.
  8. Pastikan staf merchant mengembalikan kartu kredit Anda setelah transaksi selesai.
  9. Simpanlah kembali karu Anda dan simpan pula sales draft transaksi Anda untuk dicocokkan dengan tagihan yang Anda terima di kemudian hari.
  10. Bila Anda bertransksi di dunia maya (on-line transaction), pastikan bahwa tempat Anda bertransaksi adalah tempat yang aman dari kemungkinan penyalahgunaan kartu kredit.
  11. Bila Anda mendapat tawaran dari merchant yang menggunakan telepon, surat ataupun internet (Mail, Phone and Internet Order Transaction), pastikan bahwa Anda telah mengetahui produk dan jasa.
  1. Teliti jumlah yang ditagihkan bank dengan jumlah transaksi yang Anda lakukan sebelumnya, termasuk tagihan atas penggunaan kartu tambahan, jika ada.
  2. Bila terdapat tagihan yang tidak sesuai, segera laporkan kepada Penerbit kartu kredit Anda. Jangan ditunda-tunda, karena Bank Penerbit tidak akan melayani pengaduan Anda setelah 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal penagihan Anda.
  3. Apabila setelah 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal penagihan ternyata tidak ada pengaduan dari Anda, maka Penerbit kartu kredit menganggap tagihan Anda telah sesuai.
  4. Lakukan pembayaran tagihan kartu kredit Anda sebelum tanggal jatuh tempo yang tertera dalam Lembar Tagihan, dengan pilihan jumlah pembayaran yang sesuai.
  1. Segera melapor ke Penerbit kartu kredit dalam waktu 1x24 jam agar kartu kredit Anda diblokir. Usaha ini untuk menghindari pemakaian kartu kredit oleh pihak lain. Dengan demikian Anda juga terhindar dari penagihan atas transaksi yang tidak Anda lakukan.
  2. Selama Anda tidak melaporkan kehilangan kepada Penerbit kartu kredit, transaksi yang terjadi menjadi tanggung jawab Anda sebagai pemegang kartu. Jangan lupa untuk memberikan surat pernyataan kehilangan yang Anda tandatangani.
  3. Mintalah kartu kredit yang baru untuk menggantikan kartu kredit Anda yang hilang. Perhatikan dokumen yang harus dipenuhi untuk melaporkan kehilangan kartu kredit Anda.
  4. Pastikan kartu kredit lama Anda yang hilang sudah ditutup.
  • Segera tandatangani kartu pada kolom signature panel
  • Buat catatan berisi nomor rekening, nomor kartu dan nomor telepon cabang dan MEGA Call. Simpanlah catatan ini di tempat yang aman
  • Segera lakukan penggantian PIN awal. Selanjutnya biasakan mengganti PIN secara berkala. Hindari membuat rumusan PIN yang mudah ditebak misalnya tanggal lahir, atau nomor telepon
  • Hapalkan PIN. Hindari menulis PIN di dompet, tas, pada kartu atau media lain yang mudah dibaca orang lain
  • Dianjurkan untuk melakukan registrasi/pendaftaran sarana e-banking lainnya seperti Internet Banking, Mobile Banking dan MEGA Call, agar lebih mudah untuk memonitor rekening
  • Jangan pernah menginformasikan PIN kepada orang lain (PIN ATM, PIN Phone Banking, Password Internet & Mobile Banking), baik lisan, melalui telepon, SMS ataupun media lainnya
  • Jangan pernah memberikan nomor kartu kepada pihak lain selain kepada pihak Bank MEGAPastikan kartu selalu berada di tempat yang aman
  • Kartu jangan sampai tertekuk atau tergores
  • Segera telepon MEGA Call di 08041500010, apabila kartu hilang atau dicuri, sekaligus minta agar kartu diblokir
  • Dalam melakukan pembayaran tagihan PLN dan Telkom, sebaiknya lakukan pembayaran lebih dini, mengingat pada saat menjelang jatuh tempo pembayaran, biasanya akan terjadi beban transaksi yang sangat tinggi pada system PLN dan Telkom, sehingga dapat mengakibatkan tingkat keberhasilan transaksi menjadi menurun

 

  • Batalkan transaksi dan segera laporkan ke bank, jika menemukan tanda-tanda yang mencurigakan di ATM, seperti benda-benda asing/kabel yang tidak wajar
  • Pada saat antrian di ATM pastikan orang lain tidak bisa melihat PIN dan nomor kartu
  • Untuk menghindari terjadinya salah bayar, maka sebelum melakukan konfirmasi akhir untuk transaksi pembayaran yang dilakukan, periksa kembali secara seksama (melalui screen konfirmasi) data nomor telepon, ID pelanggan PLN, kode booking, atau nomor kartu kredit yang telah dientry sebelumnya
  • Segera mengambil uang dan kartu, karena bila terlalu lama tidak diambil maka uang atau kartu akan masuk kembali ke dalam mesin
  • Periksa bukti transaksi sebelum meninggalkan ATM. Simpanlah bukti tersebut
  • Hindarkan menghitung uang di tempat yang terbuka
  • Jika kartu tertelan mesin, segera hubungi petugas cabang. Apabila petugas cabang tidak ada segera hubungi MEGA Call 08041500010 dan minta kartu agar diblokir